Posted by: lenamaya on: Maret 24, 2009

kompetiblog
Posted by: lenamaya on: Maret 20, 2009
Apa Itu Program “ITB Untuk Semua”?
Program “ITB Untuk Semua†adalah suatu skema penerimaan mahasiswa baru
Institut Teknologi Bandung yang secara khusus menyediakan bangku
kuliah bagi para lulusan sekolah menengah umum dari keluarga yang
tidak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orang tua di bawah atau
sama dengan Upah Minimum Regional setempat). Uang pendidikan, ongkos
tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung akan
didanai beasiswa “ITB Untuk Semuaâ€. Sekitar 100 bangku kuliah
disediakan secara khusus bagi para lulusan SMU angkatan 2009 dari
keluarga yang tidak mampu secara ekonomi.
Para calon penerima beasiswa akan mengikuti Penelusuran Minat, Bakat,
dan Potensi ITB (PMBP) jalur beasiswa penuh. Sebelum kuliah, para
calon yang diterima akan mengikuti masa persiapan untuk membantu
penyesuaian diri dengan suasana kuliah serta kehidupan di Bandung.
Selama kuliah, para mahasiswa program “ITB Untuk Semua†akan mendapat
pembimbing khusus untuk membantu menyelesaikan kendala studi dan
mengatasi persoalan personal yang mungkin muncul selama menempuh
kuliah di ITB. Para mahasiswa juga akan diberi kesempatan mengikuti
ceramah-ceramah inspirasional, studi banding ke lokasi-lokasi
penerapan teknologi tepat guna, dsb. Para lulusan program “ITB Untuk
Semua†diharapkan kelak akan menjadi agen perubahan di daerah asal
mereka.
========
Persyaratan
Para calon penerima beasiswa “ITB Untuk Semua†harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
• Calon lulusan sekolah menengah umum pada tahun ajaran 2009 (bidang
studi IPA untuk fakultas Sains dan Teknik).
• Berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi (penghasilan
kedua orangtua di bawah Upah Minimum Regional setempat)
• Memiliki prestasi akademik yang sangat baik.
• Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah (lebih diutamakan yang
memiliki bakat memimpin)
• Mendapat rekomendasi dari kepala sekolah
• Bersedia mengikuti ujian penerimaan yang dilakukan ITB
Bidang Studi yang Dapat Dipilih
Fakultas/Sekolah yang dipilih oleh calon penerima beasiswa adalah sbb:
Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Fakultas Teknik Sipil dan
Lingkungan (FTSL), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik Mesin
dan Dirgantara (FTMD), Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
(FTTM), Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Sekolah
Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Fakultas
Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati
(SITH), Sekolah Farmasi (SF), dan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).
========
Cara Mendaftar
Kirimkan berkas formulir pendaftaran (pada halaman terakhir leaflet
ini, boleh di-fotocopy) dengan dilengkapi dokumen sbb:
• Fotocopy halaman depan rapor SMU dan halaman-halaman nilai (dari
semester I hingga V) yang telah dilegalisir pihak sekolah
• Surat keterangan berasal dari keluarga yang secara ekonomi tak mampu
dengan ditandatangani Ketua RT/RW (Yang dimaksud keluarga yang secara
ekonomi tak mampu adalah penghasilan kedua orangtua per bulannya di
bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat. Kami akan
melakukan survey lapangan secara random untuk mengetahui kondisi
keluarga calon mahasiswa)
• Surat dukungan/referensi dari kepala sekolah
• Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang
menjelaskan mengapa pendaftar ingin mengikuti program â€ITB Untuk
Semuaâ€
• Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang
menggambarkan kondisi keluarga pendaftar [Misalnya, menceritakan
pekerjaan orang tua, kegiatan pendaftar di luar sekolah, kondisi
masing-masing anggota keluarga, dsb]
Berkas pendaftaran lengkap dimasukkan amplop coklat berukuran besar
dan dikirim ke:
Panitia Penerimaan Beasiswa â€ITB Untuk Semuaâ€
Direktorat Pendidikan ITB
u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa/Ketua Lembaga TPB
Gd. CCAR ITB Lt.4
Jl. Tamansari 64 Bandung
Berkas paling lambat dikirimkan pada 20 April 2009 (cap pos)
========
Ujian Penerimaan
Panitia seleksi tahap awal program â€ITB Untuk Semua†akan melakukan
penilaian berdasarkan berkas yang masuk. Penilaian meliputi:
• Kemampuan akademik
• Motivasi (dilihat dari tulisan mengapa pendaftar ingin mengikuti
program â€ITB Untuk Semuaâ€)
• Kondisi keluarga (dilihat dari tulisan kondisi keluarga pendaftar)
• Pengujian kebenaran data yang diberikan kepada pihak sekolah
Dari hasil penilaian tersebut, panitia tahap awal akan memanggil
(melalui surat) calon-calon potensial untuk mengikuti Ujian Saringan
Masuk (USM) jalur PMBP terpusat dan wawancara di kampus ITB di
Bandung. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama ujian akan
disediakan oleh ITB. Ujian ini akan berlangsung pada 29 Mei- 31 Mei
2009.
Panitia akan mengumumkan penerima beasiswa (hanya calon potensial,
yang diterima yang akan dikirimi surat) pada pertengahan bulan Juni
2009. Penerima beasiswa akan berkumpul kembali di Bandung pada akhir
bulan Juni 2009 untuk mengikuti program penyesuaian diri.
Pada bulan Agustus 2009, penerima beasiswa â€ITB Untuk Semua†mulai
mengikuti perkuliahan di ITB.
========
Formulir Pendaftaran
Isilah formulir pendaftaran ini dengan huruf kapital (huruf besar)
seluruhnya.
• Nama Lengkap: ………… ……… ……… ….. ………… .
• Jenis Kelamin: L / P
• Sekolah: ………… ……… ……… ….. ………… .
• Alamat: ………… ……… ……… ….. ………… .
• Nomor Telepon (jika ada) *) : ………… ……… ……… …..
………… .
• Nama Orang Tua: ………… ……… ……… ….. ………… .
• Pekerjaan Orang Tua: ………… ……… ……… ….. ………… .
• Alamat Orang Tua: ………… ……… ……… ….. ………… .
• Nilai rapor:
Matematika Semester 1: 2: 3: 4 5: 6:
Fisika Semester 1: 2: 3: 4 5: 6:
Biologi Semester 1: 2: 3: 4 5: 6:
Kimia Semester 1: 2: 3: 4 5: 6:
• Kegiatan Ekstrakurikuler: ………… ……… ……… …..
………… .
• Kegiatan Lain (di luar sekolah, jika ada) :
………… ……… ……… ….. ………… .
• Penghasilan Orangtua (per bulan, boleh perkiraan):
………… ……… ……… ….. ………… .
• Alamat Sekolah: ………… ……… ……… ….. ………… .
• Nomor Telepon Sekolah: ………… ……… ……… …..
………… .
• Bidang Studi (di ITB) Yang Diminati **):
………… ……… ……… ….. ………… .
Tanda tangan pendaftar
Tanda tangan orangtua pendaftar
Tandatangan kepala sekolah
*) Atau nomor telepon orang terdekat yang dapat dihubungi
**) Lihat di bagian Persyaratan
———— ——— ——— ——
Posted by: lenamaya on: Maret 18, 2009
I have been dreaming about this “study to Netherland” since I was a little girl in a rural city of Kalimantan. It began when I knew that my dream was to become a Law Lecturer. I often pretended to become a lecturer and used to play “I am a lecturer” with my sister over and over. One day, my father watched while we were playing it again, and then he said “If you want to become a lecturer, it means you have to go abroad to widening your mind”.
Usually my friends laughed at me when I told them that someday I will go abroad to pursue my dream. They often asked me “which country would you like to go?”, and without even thought at once I roared “Netherland!! I will go to Netherland so I can buy you that shoes!” and pointed to the picture in a magazine that showed a girl using the “kelompen”, the wooden-shoes of Netherland. My friends just kept laugh until one of my teacher grabbed my shoulder and said “Of course you will, Lena” He smiled “I know you will, but tell me why it is Netherland?” I looked up at his face and said “I don’t know sir.. I just want to go there…”
I still kept my dream and I am keeping it now. As the time went by and I was old enough to enter the university, I picked the Law Faculty in Banjarmasin. One of my childhood-friend who still remembered about my “study to Netherland” dream asked me “so you choose in Banjarmasin, not Java?” I smiled and answered “No, I would like to choose Banjarmasin because when I graduated from this degree I will go abroad, it means that I will leave my parents.” She raised her eyebrows “What do you mean by that?” I shrugged “If I choose Java by now, then after that I still go abroad, I will leave my parents for long, if I choose Banjarmasin, I still have time to spend with my parents”
She shook her head “How come you know that you will go abroad? I am so sorry to say this, you are not a rich person, Lena”
Yup, I knew that I am not a rich person. But is it wrong if I still kept my dreams to study to Netherland? I convinced that I was right. I am right. I knew it by heart.
When I was child, I did not know why I automatically picked Netherland. But as I grew up and learnt many things, my will grew stronger and stronger. I browsed the internet, read many books and found out that I was right to choose Netherland as my destiny of studying. Netherland provided everything to pursue my dreams to become a law lecturer, Netherland is my ticket! I do not have to worry if can not speak Dutch because there are many majors taught in English while the Netherland people used to speak in English too because they lived in a global community. Also I don’t have to worry about the quality of education. Netherland put the high quality for education. All schools and universities have the high standards. There is no less quality school. Sometimes maybe we, me and you, worried about “am I choosing the right school?”, In Netherland, there was no space for such question, all schools and universities are great. All we have to do is choosing the right major that fitted in our needs. That’s all.
And now I have graduated from my degree and master. But still I am keeping my dream of going to Netherland. Is it just a dream? Someday it will become true. I know it.
Posted by: lenamaya on: Januari 22, 2009
Please leave your comments on :
A. What do you think of these phrases?
1.“We will begin to responsibly leave Iraq to its people”
2. “To the Muslim world, we seek a new way forward, based on mutual interest and mutual respect.”
B. Above all, what do you think of Obama’s being a President of US? Are there going to be changes in the world’s life? Explain your answer please….
ps : I put the some hope too on Obama, but time will tell…..
Posted by: lenamaya on: September 4, 2008
Hampir semua orang telah mafhum bahwa ASI adalah satu-satunya makanan terbaik bagi bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya, dan selanjutnya sampai ia berusia 2 tahun dengan didampingi makanan-makanan pendamping ASI. Asi ekslusif 6 bulan adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa disertai pemberian makanan atau minuman apapun meski sekadar air putih atau pisang.
Kita tersentak ketika membaca berita bahwa menurut sensus Dasar Kesehatan Indonesia pemberian ASI ekslusif terus menurun. Pada tahun 1997 sebesar42,4 % kemudian turun menjadi 39,5 % pada tahun 2003 (Kompas, 2 Agustus 2008) . Bagaimana dengan 2007? Sayang, belum ada penelitian lanjutan tentang hal tersebut. Tapi dapat diperkirakan persentasi tersebut semakin menurun seiring dengan meningkatnya pemberian susu kaleng (susu formula).
Hal ini tentu sangat memprihatinkan, apalagi ketika diketahui bahwa di negara-negara barat yang notabene lebih maju justru terjadi sebaliknya. Persentasi angka menyusui di Amerika Serikat mencapai 70%, dimana 3 dari 4 ibu menyusui bayi mereka (www.detik.com 2 Mei 2008). Pilihan untuk menyusui memang terletak di tangan ibu. Akan tetapi keberhasilan pemberian ASI sangat tergantung pada dukungan yang didapat ibu dari keluarga dan lingkungannya. Harus diingat bahwa memberikan ASI adalah kewajiban orangtua dan merupakan hak mutlak bayi.
Negara dalam hal ini memiliki peran besar untuk memastikan pemberian ASI ekslusif demi meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Karena bagaimanapun jika tanpa ada dukungan dari negara (pemerintah; eksekutif dan legislatif) maka kemungkinan bagi ibu untuk dapat menyusui bayinya amatlah kecil. Kita memang telah memiliki Kepmenkes RI No. 450/MENKES/IV/2004 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif pada bayi Indonesia.
Akan tetapi Kepmenkes saja tidaklah cukup. Harus ada tindakan tegas yang memberi keleluasaan bagi ibu untuk menyusui bayinya. Seringkali kesulitan ibu untuk menyusui dimulai sejak melahirkan. Tenaga kesehatan yang kurang mengerti akan pentingnya ASI, sehingga malah memberikan susu formula pada bayi yang baru lahir, tanpa memberikan kesempatan inisiasi menyusui dini (IMD). Bayi yang diberikan susu formula apalagi jika menggunakan botol, tentu akan mengalami kesulitan untuk menyusui langsung pada payudara ibunya. Selanjutnya hampir dapat dipastikan ibu akan lebih memilih memberikan susu formula daripada ASI dengan alasan bayi tidak mau menyusu.
Kesulitan menyusui akan meningkat ketika ibu bekerja. Mayoritas ibu yang tidak memberikan ASI beralasan bahwa mereka harus bekerja. Kalaupun ASI dapat diperah, mereka merasa kesulitan karena tidak semua perusahaan atau kantor menyediakan ruang memerah ASI dan minimnya waktu yang diberikan untuk itu. Sedangkan memerah ASI memerlukan suasana yang tenang agar hormon oksitoksin yang memproduksi ASI dapat bekerja dengan baik. Padahal jika tidak diperah secara teratur, maka produksi ASI akan terus menurun karena ASI diproduksi dengan prinsip Demand and Supply. Yakni dimana ada permintaan maka akan ada produksi.
Kurangnya informasi akan manajemen ASI perah (cara memerah, menyimpan dan memberikan ASI perah) menjadi salah satu andil tidak diberikannya ASI pada bayi.
Pemerintah harus menciptakan aturan tegas yang mewajibkan setiap tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan) dan perusahaan tempat ibu bekerja untuk membantu ibu agar dapat memberikan ASI pada bayinya sejak lahir. Kalau perlu diberikan sanksi hukum bagi rumah sakit, klinik yang menyulitkan ibu untuk menyusui bayinya, kecuali untuk alasan medis yang benar-benar terpaksa. Rumah Sakit dan klinik memiliki peranan yang sangat vital untuk dapat mensukseskan pemberian ASI dengan mengajarkan dan mensosialisasikan manajemen ASI.
Begitu juga terhadap perusahaan atau perkantoran, harus ada aturan hukum yang tegas dan jelas untuk memberikan kesempatan bagi ibu untuk memerah ASI.
Pemerintah juga harus memperbanyak ruang-ruang menyusui di tempat-tempat umum seperti pusat-pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara. Mungkin Kalimantan Selatan dapat meniru apa yang telah digagas oleh pemerintah daerah Makassar untuk membuat Perda khusus untuk ASI. Peraturan Daerah tentang ASI adalah sebuah langkah awal yang sangat bagus selama perda tersebut menghindari kriminalisasi terhadap ibu. Bukan berarti ibu yang tidak menyusui akan dijatuhkan sanksi hukum, melainkan Perda tersebut haruslah lebih menekankan kepada pembangunan fasilitas yang mendukung pemberian ASI, dan yang tak kalah penting adalah mempergencar sosialisasi manajemen ASI.
Posted by: lenamaya on: September 4, 2008
Fenomena aliran sesat seakan semakin berkecambah di Indonesia. Rasanya tidak perlu lagi disebutkan apa dan siapa saja yang mengajarkan aliran tersebut. Sebutlah salah satu contoh yakni aliran Al-Qiyadah Al Islamiyah dimana pencetusnya mengaku sebagai nabi. Berbagai pendapat pro dan kontra bermunculan. Beberapa yang pro mengklaim bahwa mengikuti aliran sesat adalah hak asasi manusia dan negara tidak berhak ikut campur apalagi menangkapi para penganut aliran tersebut, beberapa lagi ikut berselindung di balik ajaran pluralisme yang menyamaratakan semua agama. Semua agama memang baik, tapi bagi seorang penganut agama Islam tentu yang paling baik adalah agama Islam karena umat Islam percaya bahwa “inna addina ‘inda Allah al Islam”, satu-satunya agama di sisi Allah adalah Islam.
Islam adalah rahmatan lil alamin. Untuk dapat mengaku dirinya sebagai Islam seorang muslim telah diajarkan untuk mempercayai rukun iman secara keseluruhan. Tidak boleh terpisah-pisah. Bahkan anak TK pun telah hafal rukun iman yang salah satu rukunnya adalah percaya kepada para rasul, yang salah satunya adalah Nabi Besar Muhammad SAW. Percaya kepada rasul tentu bukan asal percaya saja bahwa beliau ada dan merupakan rasul Allah. Akan tetapi juga percaya pada apa yang menjadi sunnah beliau baik itu perkataan maupun tingkah laku. Rasulullah SAW bersabda “la nabiyya ba’di” yang berarti bahwa tidak ada kenabian setelah aku. Aku disini merujuk kepada rasul sendiri. Maka ketika seseorang mengaku-aku sebagai nabi, sederhana saja, berarti ia telah mendustakan sunnah Nabi Muhammad SAW, dan mereka yang mendustakan nabi berarti telah mengingkari rukun iman, dan selanjutnya mereka yang mengingkari rukun iman adalah keluar dari agama Islam.
Islam sendiri tidak akan mencampuri urusan seseorang yang berada diluar Islam (agama lain). Seperti yang difirmankan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Kafirun ayat 6 “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Akan tetapi ketika internal Islam itu sendiri dinodai tentu umat Islam tidak akan tinggal diam. Tidak akan ada umat Islam yang rela Nabi Muhammad SAW didustakan (mengingkari bahwa nabi Muhammad adalah khotamul anbiya berarti mendustakan apa yang disabdakan rasul). Sama juga apabila mengada-adakan waktu-waktu shalat (yang 5 waktu diada-adakan menjadi 3 waktu).
Mari kita tinjau kembali pengertian hak asasi manusia. Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh seseorang semenjak ia lahir. Akan tetapi, seseorang tersebut tidaklah dapat sesuka hatinya menggunakan hak tersebut tanpa mengingat kewajibannya, utamanya kewajiban terhadap Tuhan yang menciptakan dirinya dan juga kewajibannya terhadap manusia lain. Seringkali para penyembah hak asasi manusia terlupa bahwa dirinya adalah hamba Tuhan, bukan makhluk yang tercipta dengan sendirinya. Sebagai hamba Tuhan ia wajib menjalankan apa yang diperintahkan oleh Tuhannya dan bukan semata menuntut hak belaka.
Salah satu hak asasi manusia adalah kebebasan untuk mengeluarkan pendapat. Negara mengakui hak tersebut. Akan tetapi ketika hak tersebut bertabrakan dengan hak manusia lain yang juga sama-sama merasa bebas untuk mengeluarkan pendapat, bagaimana? Negara memang menjamin kemerdekaan individu. Tapi kemerdekaan individu tidak boleh bertabrakan dengan kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan umum.
Hak bukanlah segalanya. Ingatlah bahwa untuk mendapatkan hak, terlebih dahulu kita harus melaksanakan kewajiban. Salah satu kewajiban tersebut adalah menjaga ketertiban umum. Bagaimana kita bertingkah laku agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat banyak. Meyakini suatu ajaran tertentu adalah hak seseorang. Akan tetapi ketika hak tersebut meresahkan masyarakat, maka adalah kewajiban negara untuk meredakan keresahan tersebut dengan melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dengan undang-undang. Aliran sesat yang berkembang dalam suatu agama tertentu tentu menimbulkan keresahan karena merupakan penistaan terhadap agama tersebut. Sesuai hukum yang berlaku, pelaku penistaan terhadap agama dapat dijerat dengan pasal 156a Bab V KUHP tentang kejahatan terhadap ketertiban umum.
Kita hidup di Indonesia dan mesti tunduk dengan undang-undang Indonesia. Maka cara-cara kekerasan yang menyimpang dari aturan hukum yang berlaku di Indonesia tidak dapat dibenarkan. Seseorang tidak dapat begitu saja menyerang dan atau menganiaya orang lain hanya karena orang tersebut berbeda pendapat dalam beragama. Masyarakat dapat melaporkan ke pihak yang berwajib sekiranya disekitarnya terdapat ajaran aliran sesat yang meresahkan. Dan selanjutnya kewajiban aparatur hukumlah untuk menindaklanjuti laporan tersebut demi meredam keresahan masyarakat. Aparatur hukum juga mesti bertindak tegas, karena masyarakat yang resah berpotensi untuk meledakkan perlakuan anarkhis yang tentu tidak diinginkan semua pihak.
(dimuat di BanjarmasinPost)
Posted by: lenamaya on: September 1, 2008
Pengertian Trafficking yang umum dipakai di Indonesia adalah perekrutan, pengangkutan, pemindahan, penyembunyian atau penerimaan seseorang, melalui penggunaan ancaman atau tekanan atau bentuk-bentuk lain dari kekerasan, penculikan, penipuan, kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau memberi/menerima pembayaran atau memperoleh keuntungan sehingga mendapatkan persetujuan dari seseorang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, untuk tujuan eksploitasi (khususnya eksploitasi tenaga kerja dan eksploitasi seksual). Pengertian ini diambill dari protokol PBB yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2000 silam.
Ada perbedaan mendasar antara perdagangan dan penyelundupan orang. Penyelundupan orang lebih kepada pengiriman orang secara illegal dari suatu negara ke negara lain yang menghasilkan keuntungan bagi penyelundup, akan tetapi penyelundup hanya mengirimkan orang dan tidak mempunyai sebarang tendensi apapun selain itu. Kalaupun timbul korban itu merupakan resiko dari kegiatan yang dilakukan dan bukan merupakan sesuatu yang diniarkan sebelumnya. Sementara perdagangan orang sejak awal sudah merupakan penipuan karena mengandung tujuan bahwa orang yang dikirim akan dieksploitasi sedemikian rupa, dan korban (orang yang dikirim) tidak mengetahui apa-apa mengenai tujuan tersebut. Penipuan dan pemaksaan atau kekerasan merupakan unsur yang esensiil dalam perdagangan orang .
Mereka yang tergolong rentan terjebak dalam perdagangan manusia ini adalah anak-anak dan perempuan, utamanya perempuan muda yang memiliki tingkat pendidikan rendah dan tidak memiliki mata pencaharian tetap (kesulitan ekonomi) meski tidak menutup kemungkinan lelaki juga dapat terjebak. Akan tetapi biasanya yang dijadikan obyek trafficking ini adalah anak-anak dan perempuan. Hal ini dikarenakan anak-anak dan perempuan memiliki pangsa pasar yang tinggi dalam dunia perdagangan orang. Anak-anak biasanya dijual untuk dijadikan pekerja atau untuk dijual sebagai anak adopsi (ingat kasus seorang anak yang dijual, dengan mengatasnamakan adopsi, kepada sebuah keluarga Eropa). Sedangkan perempuan utamanya perempuan muda dijual sebagai komoditas untuk dunia pelacuran.
Memang propinsi Kalimantan Selatan tergolong merupakan daerah yang nyaris tidak terdengar adanya korban perdagangan perempuan, berbeda dengan propinsi lain seperti NTB dan propinsi-propinsi di Jawa. Propinsi kita ini tidak termasuk dalam tabel Daerah sumber, transit dan penerima perdagangan orang di Indonesia . Penulis sendiri selama menjadi sukarelawan (2005-2006) di penampungan para TKI bermasalah di Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur tidak pernah menemukan adanya perempuan asal Kalimantan Selatan yang terjebak. Hal ini tentu amat patut untuk disyukuri mengingat betapa besar penderitaan yang ditanggung oleh para korban trafficking. Akan tetapi kita tidak dapat terlena begitu saja. Kita harus tetap waspada utamanya para perempuan dan para orang tua untuk terus mengingatkan anaknya agar tidak mudah tergoda dengan mudahnya mendapat gaji besar dengan bekerja di luar negeri.
Modus operandi yang biasa digunakan oleh pelaku atau oknum trafficking adalah mengiming-imingi korban dengan pekerjaan yang lebih baik dengan gaji besar serta fasilitas lengkap bahkan tidak segan-segan mereka juga menawarkan pendidikan gratis diluar negeri sehingga korban merasa yakin dan tergiur. Modus seperti ini penulis alami sendiri ketika baru-baru ini bertemu seorang lelaki menyangka penulis sebagai gadis putus sekolah yang kesulitan ekonomi.
Lelaki tersebut mengaku mencari gadis-gadis muda usia 17 tahun dari Kalimantan Selatan untuk disekolahkan sekaligus dipekerjakan di Malaysia dengan gaji 3000 RM per bulan (Ringgit Malaysia, kira-kira Rp. 7.500.000). Ia mengatakan bahwa agen tempat ia bekerja bekerjasama dengan Diknas dan Deplu (departemen Luar negeri) untuk memberikan beasiswa kepada para gadis tersebut sehingga dapat melanjutkan sekolah kembali di luar negeri. Sambil bekerja, gadis-gadis itu akan disekolahkan, dan mereka juga harus menyisihkan sebanyak 2,5 persen dari gaji mereka untuk agen yang telah membantu mereka. Akan tetapi ketika penulis menanyakan apakah setelah diterima, para gadis itu harus melapor ke Diknas, lelaki itu melarang dengan alasan bahwa mereka tidak ingin merepotkan para kandidat, biar agen saja yang menangani. Dan yang makin mencurigakan adalah ketika penulis bertanya kenapa hanya perempuan muda yang dicari (penulis berpura-pura menanyakan apakah perempuan usia 35 th keatas boleh mendaftar) dan mengapa lelaki tidak, lelaki itu menjawab bahwa lapangan kerja yang tersedia memang khusus untuk perempuan muda. Sayang, ketika penulis berusaha mengorek keterangan lebih jauh, lelaki itu mengakhiri pembicaraan dengan alasan ada urusan.
Dengan demikian harus disadari dan diwaspadai bahwa para pelaku perdagangan orang (utamanya perempuan) telah mulai mengincar banua kita tercinta. Bahkan mungkin telah ada korban yang berjatuhan hanya saja tidak terekspos oleh media massa. Kita tentu tidak ingin mendengar adanya berita tragis mengenai perempuan-perempuan banua yang terjebak dalam lingkaran setan perdagangan orang. Perdagangan orang harus dihentikan. Marilah kita bersama-sama melindungi banua kita tercinta dari tangan-tangan kotor mereka yang menari diatas penderitaan orang lain. Saya dapat melakukannya. Anda dapat melakukannya. Kita dapat melakukannya.
(dimuat di Banjarmasinpost)
Posted by: lenamaya on: September 1, 2008
Aku bukannya tak tahu bahwa ia sudah mendua. Bukan hanya dari mulut-mulut tetangga yang sebagian nyinyir berceloteh dan sebagian lain melirikku dengan iba. Aku sangat tahu. Ia sudah berubah. Aku bisa merasakannya dari perubahan jadwal pulang yang biasanya 3 hari sekali menjadi hanya seminggu sekali, lalu dua minggu sekali, dan lama kelamaan menjadi sebulan sekali. Juga dari semakin ketatnya ia menyimpan hp yang tak pernah lepas dari genggamannya. Aku seperti tak mengenali lelaki yang menikahiku 2 yang lalu tahun itu.
Hari ini ia pulang. Aku segera menggendong Andra, anak laki-laki kami satu-satunya, dan bergegas menyongsong ketika kudengar deru truk yang berhenti di depan rumah. Ia turun dari ruang kemudi diikuti Madi, kernetnya.
:”Abah…!” Andra berontak dari gendonganku dan berlari kecil ke pelukannya.
“Abah bawa apa?”
“Abah kada bawa apa-apa..tapi esok kita ke pasar beli mainan..”
Ia lalu mendekatiku sambil menggendong Andra,
“Madi menginap di rumah kita” ujarnya singkat sambil masuk kerumah.
Ya Allah..aku sangat ingin menangis. Betapa dinginnya ia. Tak ada lagi kerlingan genit yang menggodaku. Tak ada lagi usapan lembut di rambut panjangku yang selalu ia ciumi bila sedang berbaring didekatku. Tak ada lagi pelukan di bahu ketika ia menggandengku berjalan. Tak ada lagi…
“Ka, pian baik-baik aja kan?” sapaan Madi membuyarkan lamunanku. Buru-buru aku tersenyum. Ingin aku menanyakan pada Madi siapa perempuan yang telah merenggut kehangatan lelakiku. Secantik apakah ia sehingga mampu memalingkan hati suamiku, ayah dari anakku. Tapi niat itu urung kulaksanakan. Madi tidak akan mungkin berkata yang sejujurnya. Ia pasti akan melindungi perbuatan suamiku.
Aku mencoba memejamkan mata setelah menidurkan Andra. Kupeluk tubuh mungilnya sambil membaca shalawat lirih. Diluar kudengar gelak tawa suamiku menimpali obrolan Madi. Ucapan Acil Ibas tadi siang seakan menggema di ruang kepalaku,
“Mun supir batubara tu tidak bisa dipegang. Apalagi? Duit banyak, istri jauh, binian mana yang kada mau?”
Terkadang ada rasa sesal menyelinap kenapa dulu aku begitu bersikeras menikahi Indra. Kemarahan Abah tak kudengarkan. Bahkan tangisan mama tak ku pedulikan. Dengan tegarnya aku melangkah ke jenjang perkawinan bersama lelaki yang kupacari selama 4 tahun itu. Banyak orang yang berbisik menggunjingkan aku dan suamiku. Bahwa betapa tidak pantasnya seorang master lulusan luar negeri menikah dengan seorang pemuda yang SMA saja tidak lulus. Tapi aku mencintai Indra. Dan itu sudah cukup bagiku.
”Apakah kau pernah menyesal menikah denganku, dek?” kudengar bisiknya di tengah kegelapan malam seusai aku menunaikan kewajibanku padanya.
Aku hanya diam.
Tapi hatiku tidak, ia berbisik ”tidak, kalau kau masih setia padaku”
”aku mencintaimu..” ia melanjutkan. Tidak biasanya ia kembali mengucapkan kata-kata itu setelah sekian lama bersikap dingin padaku.
Aku memeluk tubuhnya. Tetap dalam diam. Air mataku bergulir perlahan. Ia membalas pelukanku. Ingin rasanya aku menjerit menanyakan siapa wanita lain yang juga merasakan hangat kekar tangannya ? Apakah juga seerat ini ia memeluk wanita itu ? apakah jantungnya juga berdegup sekencang ketika bertemu jantungku ?
Tapi aku tidak mampu. Aku hanya mencengkramkan jemariku. Aku tahu ia kesakitan. Tapi aku tak perduli. Dan aku tak heran ketika keesokan paginya aku menemukan guratan kemerahan di punggungnya.
****
Aku bukannya tak tahu bahwa ia menyesal menikah denganku. Bukan hanya dari nyinyir mulut keluarga besarnya yang memang tak merestui pernikahan kami. Tapi juga dari air matanya yang akhir-akhir ini seolah begitu sering menganak sungai di pipinya yang putih. Pipi yang selalu kubelai dengan kekaguman yang tak pernah berubah semenjak kami bertemu 6 tahun yang lalu.
Demi Tuhan aku sangat mencintainya. Tak ada satu wanita pun yang pernah kucintai sebesar ini. Aku sangat mencintainya sehingga aku tak sanggup membayangkan bahwa ia tak mampu bahagia bersamaku. Tangis diam-diam ditengah malam mengatakan padaku. Senyum pedihnya ketika menyambutku yang kusut dan kumuh pulang membisikkan penyesalan ditelingaku. Juga cengkraman jemarinya yang melukai punggungku tadi malam membuktikan itu.
Aku tak mampu membahagiakannya. Begitu sakitnya kenyataan itu mengiris hati dan mengutukiku sepanjang waktu.
”Ikam jua pang, tahu ja bini urang sugih, bapandidikan, tatap haja wani mangawini” Bos Badrun menggeleng-gelengkan kepala.
”Saya pikir dia akan bahagia dengan saya bos..” aku menyahut lirih.
Bos Badrun menepuk bahuku. Ia adalah pemilik truk-truk batubara yang beroperasi dengan disewa oleh perusahaan-perusahaan batubara yang ada di Rantau. Ia sangat baik meski aku tahu Aira tidak menyukainya. Aira selalu membenci bos-bosku. Ia menganggap bos-bos itubukanlah orang baik hanya karena mereka doyan kawin lagi.
“Aira itu perempuan yang baik, nDra”
Aku mengangguk, tentu saja. Aira sangat baik. Ia juga sangat penurut bahkan ketika kuminta agar ia tidak bekerja. Padahal sebelum kunikahi ia adalah gadis yang sangat aktif di berbagai kegiatan. Tawaran pekerjaan bukannya tidak ada. Tapi semua ia tolak demi menuruti mauku yang memang menginginkan ia sebagai ibu rumah tangga.
“ia pasti telah mengorbankan banyak hal dengan menikah denganmu” Bos Badrun mengepulkan rokoknya.
Seorang gadis mengerling pada kami. Aku tahu gadis itu tertarik padaku. Wajahku memang tergolong paling tampan diantara puluhan supir batubara yang sedang nongkrong beristirahat di lokasi warung remang-remang ini.
Tapi mata Aira terbayang di pelupuk. Mata yang seolah selalu digenangi air mata karena beningnya. Mata yang selalu membayangiku dan menghilangkan nafsuku untuk bersenang-senang seperti supir-supir lain. Godaan selalu ada. Tapi mata Aira selalu kutemukan di mata puluhan gadis yang kutemui.
Aku sangat ingin membahagiakan Aira agar ia tidak menyesal menikah denganku. Tapi bagaimana?
*****
”Ma, abah kenapa lawas banar kada bulik?” Andra bertanya padaku di minggu ketiga kepergian Indra. Aku mengelus kepalanya,
“Abah cari uang buat Andra, kan katanya mau beli mainan..” sahutku pelan.
Tak ada kabar kenapa ia belum pulang juga. Rasanya air mataku habis sudah. Gunjingan para tetangga semakin mendengung-dengung bagai lebah. Indra sudah beristri lagi. Perempuan dari Sungai Danau.
Aku tak sanggup menantinya lagi. Tiap sore pintu rumah kututup rapat. Aku tak akan menantikannya.
Aku sangat ingin pulang ke tempat Abah Mama. Tapi apakah mereka tidak akan bertanya-tanya dan kemudian menyalahkanku jika mengetahui sebab kepulanganku ? tapi aku sudah tak tahan.
Aku akan pulang. Dan menata kembali kehidupanku bersama Andra. Berdua saja. Aku tahu aku mampu. Aku masih mencintai Indra. Sangat.
****
Minggu ketiga
. Aku sangat merindukan Aira. Juga Andra, anak kami. Tapi kutahan. Aku tahu Aira tak pernah menantikan kepulanganku. Biasanya dia akan menunggu tiap sore di teras rumah kami. Tapi sekarang tidak lagi. Pintu rumahku selalu tertutup rapat. Sebenarnya aku selalu pulang. Tapi tidak ke rumah. Hanya lewat tiap sore dan berhenti di ujung jalan yang memungkinkan aku memantau rumahku tanpa terlihat Aira. Madi hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuanku. Ia tak habis pikir kenapa aku tidak pulang saja dan menemui anak istriku.
Nah, itu dia keluar rumah sambil menggandeng Andra. Ia terlihat sangat cantik. Selalu. Meski tubuhnya tak lagi semolek dulu, tapi dimataku ia tetap sempurna. Tapi ia tidak hanya menggandeng Andra. Di tangan kanannya ia menyeret sesuatu. Koper.
”bang, kak Aira mau kemana?” Madi terlihat bingung. Aku diam. Aku tahu Aira akan kemana. Ia akan pulang. Ia benar-benar tidak bahagia denganku.
”bang!!” Madi mengguncang lenganku yang memaku di kemudi. Tapi aku tak sanggup bergerak.
Aku sangat mencintai Aira. Aku ingin membahagiakannya. Tapi bagaimana???
Taksi Colt yang berhenti di depan rumahku melaju, melewati trukku. Membawa Aira dan anakku pergi. Dan membawa hidupku bersama mereka.
Posted by: lenamaya on: Agustus 14, 2008
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!